Senin, 23 Juli 2012

Menyesali Penghianatan

Aku tidak akan kembali ke Desember itu, dimana kau berbalik arah untuk menarik tangannya dan meninggalkan aku di ujung jalan berbatas alamanda. Aku tidak menyalahkan cintamu, tapi aku salut dengan keputusan meninggalkan akau demi sesuatu yang kau sebut "masa depan". Aku tau sejak awal, ada keraguan dibalik matamu yang sendu. 

Asal kau tau, aku tidak akan mengiba dan memintamu kemabli. Memang sempat aku menangis, tapi itu hanya sekali. Saat jantung ini kau tusuk dengan kata-kata "kita tak bisa bersama". Ini memang takdir, dan kau bukan pilihan Tuhan untukku. Jadi jagan kau paksa kau untuk mengulang kembali Desember beku itu. Tak ada untungnya untukku kembali kesana. 

Mana masa depanmu? mengapa kini kau memutar badan dan kembali ke barisan alamanda itu? kenpa? apakah masa depanmu itu sudah sirna ditelan harapan-harapan kosong?, maaf aku tak akan meraih tanganmu untuk yang kedua. Kau fikir mudah melupakan 4 tahun pertama yang indah? apa kau fikir mudah melupakan 1 tahun berikutnya yang kau bagi kepadanya? mendua?, aku rasa tidak.

Aku sudah jengah dengan air mata itu, percuma, tidak akan mengembalikan rasa. Sekarang aku tidak sendiri, ia mampu menambal semua sakit hati. Aku tidak akan melakukan hal yang sama, meninggalkan dia untuk mu, tidak akan pernah. Sekarang enyahlah, sudahi tangismu dan menyerah. Serahkan cintamu kepada yang lain, yang punya segala-galanya. 

Asal kau tau, aku bukan laki-laki bodoh, yang mampu diperdaya. Aku sudah cukup dewasa mengenal semua sifat mu yang parah. Cukuplah satu kali itu saja aku kau buat tidak berharga. Hidup diantara 2 cinta yang aku tau, akulah si minor nya. Yah, mau bilang apa, nasi telah menjadi bubur, hidup mu dan hidupku telah menjadi tragedi.

Jangan mengiba lagi, tutuplah semua pintu harapanmu dan buanglah jauh-jauh keluh kesahmu. Nikmatilah buah penghianatan yang kau buat. Takperlu ada kata-kata penyesalan untuk kau desahkan. Tak penting bagiku, karena kau yang telah memilih. Jangan bagi penderitaan itu kepadaku. Rasanya enak kan? tersakiti dan terabaikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar